Center of Testing Machine in Indonesia

Pengujian Tarik/Tekan, Hardness dan Metallography - Gratis

Untuk mendukung program Masyarakat Mutu, kami mengundang para Industriawan, Dosen, Peneliti dan Praktisi menguji sample test tarik/tekan pada mesin UTM di showroom kami, tanpa dikenakan biaya. Hal ini juga berlaku untuk sample preparasi untuk uji Metallography: cutting, mounting, grinding & polishing.

Bila ada yang berminat silahkan hubungi via Hp/WA: Frans (0818-106687) , Robi M (0812-1380-0084), Djodi BS (0821-22753917), Dendy (0858-13729991) untuk membicarakan type & jumlah sampel, metode uji, hari dan waktu nya

Pernahkah mendengar kisah penyebab tenggelamnya kapal Titanic pada tanggal 10 April 1912? Beberapa temuan membuktikan bahwa telah terjadi kesalahan dalam pemilihan material. Material baja dan paku keling yang digunakan sebagai dinding kapal dan penyambung, tidak cukup kuat menahan benturan gunung es pada suhu minus 2 derajat celsius. Begitu juga dengan persenjataan perang pasukan Hitler saat perang melawan Rusia pada tahun 1941 -1942. Senjata tangan menjadi rapuh dan artileri macet karena baut dan jarum penembaknya patah karena kondisi cuaca saat perang tersebut terjadi pada musim dingin dengan temperatur -10 sampai -30  0C di bawah nol derajat celcius yang menyebabkan pasukan Jerman menderita kekalahan yang sangat fatal.
  
Pada temperatur dingin, di bawah nol derajat umumnya logam mudah rapuh atau brittle. Untuk melihat ketangguhan sebuah logam pada temperatur rendah harus dilakukan pengujian kejut (charpy impact). Pengujian yang dilakukan ternyata memperlihatkan temperatur transisi dari patah ulet ke rapuh material baja yang digunakan sebagai pelat dinding Titanic adalah 32 0C sedangkan bila dibandingkan dengan baja modern ASTM 36 yang memiliki komposisi kimia yang mendekati sama dengan baja Titanic temperatur transisinya adalah -27 0C sebagaimana yang diperlihatkan pada Gambar 1 yang bersumber dari tulisan Katherine Felkins dkk, The Royal Mail Ship Titanic: Did a Metallurgical Failure Cause a Night to Remember?
 
Gb. 1. Temperatur Transisi Patah Ulet dan Brittle ASTM 36 dan Titanic
 
Dengan demikian baja Titanic sangat rentan atau lemah bila digunakan pada temperatur rendah, dimana bila dilihat perpatahannya adalah patah rapuh atau brittle seperti yang diperlihatkan pada Gambar2. Patah rapuh baja Titanic terlihat langsung terbelah dua dengan sedikit deformasi, dibandingkan dengan baja modern yang tidak langsung terbelah dua tetapi masih ada bagian yang bengkok dan menyatu ulet ketika dihantam mata pendulum alat uji kejut (impact).
 
Gb. 2. Patah Rapuh Baja Titanic dan Patah Ulet Baja Modern
 
Kekalahan Jerman melawan Rusia pada saat musim dingin selain fisik yang menurun tajam, juga disebabkan senjata logam mudah rusak karena rapuh, banyak senjata yang tidak berfungsi ketika akan digunakan untuk menembak lawan. Seperti halnya dengan kapal Titanic, material logam akan rapuh pada saat digunakan di tengah cuaca yang dingin. Oleh karena itu belajar dari pengalaman material yang ketangguhannya berkurang ketika digunakan pada temperatur rendah, pengujian impact sangat diperlukan. Bahkan beberapa standar seperti ASTM, API, ASME dan JIS mempersyaratkan bahwa setiap pabrik yang memproduksi bejana tekan, pipa dan konstruksi harus melakukan pengujian impact.
 
Gb. 3. Alat Uji Impact Charpy dan Izod
 
Pengujian kejut (impact) yang dilakukan terhadap material logam dengan simulasi suhu lingkungan kerja yang berbeda-beda akan diperoleh titik peralihan kekuatan rapuh dan uletnya seperti yang digambarkan pada Gambar 1. PT Ostenco Promitra Jaya telah berkomitmen untuk dapat mempersiapkan alat pengujian yang dapat membantu dalam pemilihan material logam yang sesuai dengan temperatur kerjanya yaitu berada jauh di atas titik rapuhnya. *)3juli17, email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.