Center of Testing Machine in Indonesia

Konferensi pakar mekanik se-Asia dengan singkatan ACEM (Asian Conference 0n Experimental Mechanics) yang diadakan di Bali, Indonesia, telah usai. Bertempat di Bali International Convention Centre (BICC) Resort Area yang eksklusif, Nusadua, Bali Indonesia dari tanggal 28 - 31 Agustus 2017. Hari pertama diisi dengan pendaftaran, lalu pembukaan dan seminar di hari kedua, berlanjut seminar juga di hari ketiga yang dilanjutkan dengan acara makan malam (gala dinner) dengan diselingi pemberian penghargaan. Hari terakhir adalah kunjungan ke Universitas Udayana, Pantai Pandawa, GWK (Garuda Wisnu Kencana) dan acara bebas. Forum konferensi tersebut dihadiri oleh 80 peserta dari kalangan akademisi dan praktisi dunia industri dari Taiwan, Jepang, Korea, China, Iran, Inggris, Australia dan tuan rumah, Indonesia. Beberapa peserta ada yang tampil sebagai penyaji hasil temuan ilmiah dengan teknologi terbaru atau perkembangan dari yang sudah ada. Berbagai bidang ilmu meliputi material, struktur dan sistim yang mengutamakan pemahaman fisik, analisis, komputasi dan pendekatan percobaan demi pengembangan solusi perekayasaan dan teknologi.

Gambar 1. Salah Satu Acara Presentasi ACEM

Melihat banyaknya materi yang akan disajikan, maka disediakan 4 ruang seminar untuk membahas 8 topik yang berbeda yaitu stress, strain dan deformasi, dinamik dan impak, kerusakan, fatik dan perpatahan, material tingkat lanjut, kehandalan material dan struktur dan teknik pengamatan kondisi, NDT, pengujian dan inspeksi, metrologi optik, teknik pengukuran dan aplikasinya, biomekanik dan aplikasinya. Akademisi lokal yang mewakili UGM, ITB, ITS, UNDIP, UNUD dan UNILA ikut tampil sebagai penyaji seminar ACEM yang berlangsung 2 hari ini. Pada hari pertama acara dibuka oleh Presiden ASEM (Asian Society of Experimental Mechanics), Prof Wei Chung Wang dan Drs. Gede Bayu Suparta, M.S, Ph.D dari UGM sebagai ketua penyelenggara memberikan kesempatan kepada beberapa sponsor untuk tampil memperkenalkan produk yang menjadi bisnis andalannya. PT Ostenco Promitra Jaya sebagai salah satu sponsor ACEM diwakili oleh Direkturnya sendiri, Suharto Kusumonegoro, tampil dengan menyampaikan riwayat perusahaan dan memperkenalkan produk mesin-mesin uji yang selama ini menjadi bisnis utamanya. Sebagai agen tunggal dari produk buatan Hung Ta, Taiwan, hampir sebanyak 1000 unit yang telah digunakan oleh beberapa laboratorium perguruan tinggi sejak tahun 1990 sampai sekarang.

Gambar 2. PT Ostenco Promitra Jaya Team Sebagai Salah Satu Sponsor ACEM

Bila dilihat dari materi presentasi yang telah diagendakan maka ada beberapa penelitian yang berkaitan dengan mesin uji antara lain yang dilakukan oleh Bing Hou, Xiuhui Hou dan Suo Tao dari Politeknik China mengenai pengujian dinamis pada material untuk pembuatan telepon genggam, auxetic honeycombs dan material yang beroperasi pada suhu tinggi. Mesin pengujian fatik berkaitan dengan penelitian Donghyun Yoon dari Korea untuk material Nickel-Based superalloy HASTELLOY dan Fujun Yang dari Southeast University, China pada aluminium. Sedangkan mesin uji beban (compression) sangat berhubungan dengan penelitiian Prof. Majid R. Ayatollahi dari Iran University of Science and Technology, Iran (Islamic Republic of Iran) yang berjudul  “Energy-based methods in rock fracture mechanics: Theory and Experiment “. Dengan demikian dalam forum pertemuan para cendekiawan dan pelaku bisnis industri mesin uji dari negeri Asia ini tentunya ada kerjasama saling menguntungkan yang dapat dijalin dan dikembangkan lebih luas lagi. Sebab kebutuhan mesin uji ke depannya harus bisa mengikuti kemajuan teknologi.

Sementara itu penelitian lainnya terutama pada kelompok metrologi optik, teknik pengukuran dan aplikasinya, lebih bersifat sebagai penelitian yang mendukung proses produksi mesin uji yang memiliki sistim pengukuran yang handal, akurat dan presisi. Seperti misalnya penelitian Prof. Yoshiharu Morimoto yang mewakili perusahaan 4D Sensor Inc yang juga pensiunan dosen di Univeritas Wakayama, Jepang yang membahas tentang pengukuran dimensi benda yang bergerak pada waktu yang cepat atau Real-time Shape Measurement for Moving Object yang menggunakan perangkat optik.

Gambar 3. Acara Penutupan Seminar ACEM, Bali, Indonesia 2017

Menjawab tuntutan teknologi ini, sebagai ketua penyelenggara, Gede Bayu Suparta menjanjikan akan mengadakan acara yang lebih fokus lagi dengan menampilkan presentasi yang bersinggungan langsung dengan industri mesin uji. Walau kemungkinan forum lebih banyak dihadiri oleh para peneliti dan pebisnis dalam negeri, diharapkan sinergi yang saling menguntungkan dapat tercapai. Para peneliti diharapkan dapat memberikan masukan tentang peningkatan spesifikasi mesin uji yang dibutuhkan dan pihak produsen mesin uji dituntut untuk dapat menangkap kebutuhan ini dengan memproduksi mesin uji yang lebih baik lagi. Membaca peluang kebutuhan mesin uji ini, PT Ostenco Promitra Jaya telah didampingi langsung oleh Hung Ta sebagai pabrikan tunggalnya siap menjawab tuntutan ini.

Gambar 4. Kunjungan Wisata ke Garuda Wisnu Kencana, Bali, Indonesia 2017

ACEM, Bali, Indonesia boleh saja berlalu, tetapi kebutuhan akan mesin uji terutama Universal testing Machine tidak akan pernah berhenti seiring dengan selalu berjalannya forum pertemuan para pakar akademisi dan para produsen peralatan uji yang menurut rencananya tahun 2018 akan dilangsungkan di China. Penemuan teknologi pembuatan material terbaru yang dilahirkan para peneliti tidak akan pernah terlepas dari kebutuhan sifat mekanis material yang handal. Kelebihan suatu material terutama dalam kekuatan, keuletan, elastis dan ketahanan fatik yang baik hanya bisa diketahui dengan menggunakan pengujian mekanis yang antara lain dengan mesin uji.**(Ir. Djodi Budi Sambodo,MT, 28Sept2017)**