Center of Testing Machine in Indonesia

Bulan Mutu Nasional (BMN) telah dibuka Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak selaku Menteri Ristek dan Dikti pada tanggal 24 Oktober 2017.  BSN (Badan Standardisasi Nasional) dan KAN (Komite Akreditasi Nasional) menyelenggarakan BMN ini sampai tanggal 26 Oktober 2017 di Makassar, Sulawesi Selatan. Tema yang diusung dalam BMN adalah penerapan SNI di daerah sebagai roda penggerak UMKM untuk mewujudkan kemandirian ekonomi.

 

Gambar 1. Pembukaan Bulan Mutu Nasional 2017 oleh Menteri Ristek dan Dikti

Kepala Badan Standardisasi Nasional, Prof. DR. Bambang Prasetya, Msc, menjelaskan  bahwa acara Bulan Mutu Nasional 2017 lebih mengutamakan pembahasan Standard Untuk Kota Lebih Smart (Smart City) dengan mengundang Dennis Chew, Direktur Area APRC, Singapura sebagai bench marking atau studi banding bagi kota-kota besar di Indonesia yang akan menerapkan City-SMART, Seminar Pencegahan Korupsi Berbasis SNI ISO 37001 yang dibawakan oleh Dr. Ir. Yunita Sadeli Msc dari Akademisi Universitas Indonesia, Workshop Akreditasi Sertifikasi SNI ISO 14001:2015 tentang SML (Sistim Manajemen Lingkungan) yang disampaikan oleh Dr Puji Winarni selaku Sekretaris BSN dan Pameran Indonesia Quality Expo ke-5. Peserta pameran diikuti oleh BSN, KAN, lembaga penilaian kesesuaian (lembaga sertifikasi, laboratorium baik uji maupun kalibrasi), pelaku usaha, pemerintah, dan perguruan tinggi yang menampilkan industri UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) Sulawesi Selatan hasil pembinaan BSN berlogo SNI.

Dipilihnya Makassar, Negeri Angin Mamiri sebagai kota penyelenggara kegiatan  Bulan Mutu Nasional selain bertepatan dengan ulang tahun ke 348 tahun Sulawesi Selatan, Makassar adalah pintu gerbang kebangkitan ekonomi Indonesia Bagian Timur. Sebagaimana yang ditambahkan oleh Mohammad Natsir, menjaga mutu sebuah produk adalah bagian dari Nawa Cita yang selalu digaungkan oleh pemerintah guna meningkatkan persaingan UMKM dalam perdagangan bebas MEA (Masyarakat Ekonomi Asean). Saat ini posisi Indonesia yang jumlah UMKM-nya hanya mencapai 1.6% dari jumlah penduduknya, masih jauh tertinggal dibandingkan dengan Thailand, Malaysia, Singapura dan Vietnam yang sudah di atas 50%.

Setelah acara pembukaan para hadirin dipersilahkan untuk melihat pameran Indonesia Quality Expo (IQE) 2017 di ruang terpisah, Hadirin diberi kesempatan untuk melihat produk beberapa UMKM Sulawesi Selatan yang telah bersertifikat SNI dan berkonsultasi dengan BSN yang berkaitan dengan proses pengajuan sertifikat SNI. Di samping UMKM, perusahaan BUMN besar seperti PLN, Pertamina Lubricant dan lain-lain juga hadir sebagai peserta pameran serta perusahaan sertifikasi seperti SAI Global, PT Mutu Certification, Balai Standardisasi dan Pengendalian Mutu (BSPM) Dinas Perdagangan Sulsel dan lain-lain juga aktif dalam pameran.

Gambar 2. PT Ostenco Promitra Jaya Bersama Peserta Pameran

BSN selaku perwakilan pemerintah dan lembaga non-kementerian di bidang standarisasi dan mutu dengan program BMN (Bulan Mutu Nasional) tahunannya, wajib didukung oleh produsen, laboratorium pengujian, kalibrasi, lembaga inspeksi dan lembaga sertifikasi. Kesadaran mutu sudah harus membudaya dan menjadi tanggung jawab bersama. PT Ostenco Promitra Jaya selaku pemasok peralatan pengujian  Laboratorium Uji dan yang juga tengah mengajukan akreditasi KAN sebagai penyelenggara jasa Kalibrasi Laboratorium sangat berkepentingan sekali dan mendukung diadakannya kegiatan Bulan Mutu dan pameran Indonesia Quality Expo. Semoga tidak hanya Bulan Mutu yang hanya diadakan satu kali dalam setahun, tetapi BSN juga harus lebih sering lagi diadakan even-even mutu lainnya, sebab membangun masyarakat mutu di seluruh pelosok negeri yang menyadari betapa pentingnya penerapan SNI, harus dilakukan dengan program penyuluhan mutu yang berkesinambungan.**(djodi, 26Okt2017)**