Center of Testing Machine in Indonesia

Kalibrasi terhadap alat pengujian tarik universal atau universal testing machine (UTM) adalah hal yang wajib dilakukan oleh pemiliknya. Peraturan SNI (Standar Nasional Indonesia) dan ISO (International Organization for Standardization) mempersyaratkan bahwa kalibrasi harus dilakukan 1 tahun sekali. Selain untuk menjaga kualitas produk, kalibrasi juga secara tidak langsung berpengaruh terhadap pencegahan kecelakaan akibat robohnya sebuah konstruksi infrastruktur. Oleh karena itu selalu memonitor jadwal kalibrasi dan mengundang perusahaan jasa kalibrasi adalah menjadi tanggung jawab end user dari mesin UTM tersebut.
 
Namun perlu dicermati, bahwa memilih perusahaan jasa kalibrasi tidak dapat dengan semata-mata melihat dari harga jasanya yang murah, tetapi harus dilihat CMC yang dimilikinya. CMC yang dimaksud adalah Calibration and Measurement Capability yang menunjukkan kemampuan load cell standar milik perusahaan kalibrasi terhadap ketidakpastian (uncertainty) pengukuran gaya mesin UTM calon pelanggannya. Semakin rendah CMC maka tingkat ketelitian atau keakuratan dari hasil kalibrasi mesin UTM akan semakin baik.
 
Metode perhitungan CMC adalah dengan menggunakan persamaan yang bersumber dari GUM (Guide to the Expression of Uncertainty in Measurement) yang berdasarkan hasil pengujian load cell mesin UTM terhadap load cell standar yang sama kapasitas gayanya. Hasil pengujian load cell mesin UTM yang dimulai dari beban nol sampai 100% kapasitas maksimum load cell, akan diperoleh nilai budget ketidakpastian (uncertainty budget).  Budget ketidakpastian ini ditentukan oleh  berbagai faktor seperti ketidakpastian baku relatif mampu ulang, ketidakpastian baku hasil kalibrasi standar, ketidakpastian baku relatif resolusi mesin uji, ketidakpastian baku relatif variasi temperatur dan ketidakpastian baku relatif drift, yang kemudian digabungkan menjadi ketidakpastian bentangan. Nilai ketidakpastian bentangan yang tertinggi dari masing-masing lingkup kapasitas load cell baik pada kelompok beban tarik maupun beban tekan, akan menjadi nilai CMC load cell standar yang dimiliki perusahaan kalibrasi. 
 
CMC dari perusahaan jasa kalibrasi akan menentukan nilai ketidakpastian pengukuran relatif UTM pelanggan. Artinya bilamana hasil pengujian mesin UTM pelanggan diperoleh nilai ketidakpastian relatif lebih kecil dari pada CMC perusahaan jasa kalibrasi maka di dalam sertifikat kalibrasi harus dituliskan sama dengan CMC milik perusahaan jasa kalibrasi. Seperti misalnya PT Ostenco Promitra Jaya yang memiliki CMC 0.13% untuk beban tarik pada rentang gaya 0.2 kN – 10 kN dan 0.14% untuk beban tekan dengan rentang gaya 0.2 kN – 1000 kN. Kemudian ketika melakukan kalibrasi mesin UTM milik pelanggannya, diperoleh hasil pengukuran ketidakpastian relatifnya sangat rendah yaitu sebesar 0.05% untuk beban tarik. Namun sehubungan dengan CMC terendahnya adalah 0.13%, maka sertifikat kalibrasi yang akan diterbitkan untuk UTM pelanggan tersebut harus dituliskan ketidakpastian relatifnya 0.13% walau sesungguhnya nilainya jauh lebih kecil yaitu 0.05%. Dengan demikian akibat CMC yang dimiliki perusahaan jasa kalibrasi yang lebih tinggi ini membuat tingkat ketelitian sebenarnya dari mesin UTM pelanggan tidak tergambarkan di dalam sertifikat kalibrasi.
 

CMC PT Ostenco Promitra Jaya

 
Lalu bagaimana dengan perusahaan jasa kalibrasi yang memiliki CMC lebih besar dari pada PT Ostenco Promitra Jaya? Tentunya akan membuat nilai ketidakpastian mesin UTM pelanggan yang harus ditulis di dalam sertifikat kalibrasi tersebut juga menjadi lebih besar. Penjelasan ini sudah seharusnya menjadi pertimbangan yang matang dalam memilih perusahaan jasa kalibrasi gaya. Biaya yang murah tidak dapat dijadikan alasan utama bilamana data keakuratan mesin UTM tidak terwakili dengan baik di dalam sertifikat kalibrasi. Sudah saatnyalah untuk mempertimbangkan nilai CMC yang dimiliki perusahaan jasa kalibrasi tersebut. Adapun nilai CMC iini dapat diketahui dengan menanyakan langsung ke perusahaan Jasa Kalibrasi Gaya tersebut atau melihat datanya di website BSN (Badan Standarisasi Nasional). PT Ostenco Promitra Jaya sebagai perusahaan jasa kalibrasi yang memiliki CMC rendah dan didukung dengan teknisi yang mengenal dengan baik mesin UTM bermerek Hung Ta, tentunya dapat dijadikan sebagai pilihan utama.(*)